Atom adalah
Satuan terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya
mengandung proton (+) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi
muatan negatif yaitu elektron. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa
atom adalah partikel penyusun unsur. Dengan kesimpulan Atom mempunyai
proton, neutron dan elektron (kecuali pada Hidrogen-1, tidak memiliki
neutron) dan mempunyai karekteristik tertentu, yaitu punya jumlah proton
dan elektron yang sama (jika tidak sama disebut ion)
Molekul adalah
Gabungan dari beberapa atom unsur, bisa dua atau lebih. Artinya ketika
berbicara molekul maka yang dibayangkan adalah gabungan atom2 (bukan 1
atom). Molekul adalah partikel terkecil dari suatu unsur/senyawa. Jika
gabungan dari atom unsur yang sama jenisnya maka disebut Molekul Unsur,
Contohnya: O2, H2, O3, S8. Dan jika gabungan dari atom unsur yang
berbeda jenisnya maka disebut Molekul Senyawa, Contohnya: H2O, CO2,
C2H5.
Ion adalah atom yang bermuatan listrik, ion
yang bermuatan listrik disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif
disebut anion. Kation dan anion dapat berupa ion tunggal hanya terdiri
dari satu jenis atom atau dapat pula berupa ion poliatom mengandung dua
atau lebih atom yang berbeda.
Unsur adalah
Sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama pada intinya.
Jumlah ini disebut sebagai nomor atom unsur. Unsur didefinisikan pula
sebagai zat tunggal yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi
bagian yang lebih kecil. Bisa dibilang unsur adalah atom itu sendiri,
contohnya: jika ada H2O, maka kita bisa bilang: terdiri dari 2 atom
hidrogen, dan 1 atom oksigen, padahal Hidrogen dan oksigen keduanya
adalah unsur.
Senyawa adalah zat tunggal yang
terdiri atas beberapa unsur yang saling beekaitan. Senyawa dibentuk dari
minimal 2 unsur yang berbeda. Walaupun begitu, senyawa tetap disebut
zat tunggal, karena sifat-sifat unsur yang membentuknya tidak dapat di
temukan pada senyawa. Dengan kata lain Senyawa telah menjelma menjadi zat yang baru.
Contoh: Reaksi antara Hidrogen(H) dan oksigen (O2), diperoleh zat baru yang disebut air, yaitu:
H + O2 ——–> H2O
Pada
reaksi tersebut, dihasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dari
unsur-unsur penyusunnya. Hidrogen adalah gas yang sangat ringan dan
mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah gas yang terdapat di udara yang
sangat diperlukan tubuh kita untuk pembakaran. Tampak jelas bahwa sifat
air berbeda dengan sifat hidrogen dan oksigen.
Ciri
khas senyawa adalah dia mempunyai perbandingan massa penyusun yang
tetap, air tersusun dari oksigen dan hidrogen dengan perbandingan massa
unsur oksigen banding hidrogen adalah selalu 8 : 1
Perbedaan Senyawa dan molekul
“setiap
senyawa adalah molekul namun setiap molekul belum tentu senyawa”.
Senyawa adalah gabungan minimal 2 atom berbeda, sedangkan molekul
gabungan minimal 2 atom bisa sama bisa juga berbeda.
SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR Sifat keperiodikan unsur adalah sifat-sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. 1. Jari-Jari Atom Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit elektron terluar.
a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar. b. Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari atom semakin kecil.
Penjelasan: a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, kulit atom bertambah (ingat jumlah kulit=nomor periode), sehingga jari-jari atom juga
bertambah besar. b. Dari kiri ke kanan, jumlah kulit tetap tetapi muatan inti (nomor atom) dan jumlah elektron pada kulit bertambah. Hal tersebut
mengakibatkan gaya tarik-menarik antara inti dengan kulit elektron semakin besar sehingga jari-jari atom makin kecil.
Jari-jari Atom Beberapa Unsur
2. Energi Ionisasi Energi
ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan
elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas. Energi yang diperlukan
untuk melepaskan elektron kedua disebut energi ionisasi kedua dan
seterusnya. Bila tidak ada keterangan khusus maka yang disebut energi
ionisasi adalah energi ionisasi pertama. Dapat disimpulkan keperiodikan energi ionisasi sebagai berikut. a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah energi ionisasi semakin berkurang. b. Dalam satu periode dari kiri ke kanan energi ionisasi cenderung bertambah.
Kecenderungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. a. Dari atas ke bawah dalam satu golongan jari-jari atom bertambah sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar semakin
kecil. Elektron semakin mudah dilepas dan energi yang diperlukan untuk melepaskannya makin kecil.
b. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, daya tarik inti terhadap elektron semakin besar sehingga elektron semakin sukar
dilepas. Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron tentunya semakin besar.
Energi Ionisasi Pertama Unsur-unsur dalam Tabel Periodik Unsur (kJ/mol)
Grafik kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur
3. Afinitas Elektron Afinitas
elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan satu atom netral dalam
wujud gas pada waktu menerima satu elektron sehingga terbentuk ion
negatif. a. Dalam satu golongan dari atas ke bawah afinitas elektron semakin kecil. b. Dalam satu periode dari kiri ke kanan afinitas elektron semakin besar. Penjelasan: Apabila
ion negatif yang terbentuk stabil, energi dibebaskan dinyatakan dengan
tanda negatif(-). Apabila ion negatif yang terbentuk tidak stabil,
energi diperlukan/diserap dinyatakan dengan tanda positif (+).
Kecenderungan dalam afinitas elektron lebih bervariasi dibandingkan
dengan energi ionisasi.
Grafik kecenderungan afinitas elektron 20 unsur pertama dalam Sistem Periodik Unsur
Afinitas
elektron bisa diartikan sebagai ukuran dari energi yang dilepaskan
ketika atom netral menyerap elektron. Menyerap elektron tambahan
membutuhkan energi karena partikel bermuatan negatif tidak alami menarik
ke atom netral.Unsur
dalam kelompok 6 dan 7 dari tabel periodik adalah yang paling mungkin
untuk menarik satu atau dua elektron tambahan. Dalam rangka untuk
menarik elektron tambahan ke orbit sekitar inti, atom harus melepaskan
energi. Ukuran energi ini ditulis sebagai angka negatif karena atom
memancarkan energi dan dengan demikian memiliki total kehilangan energi.
Atom
yang mengeluarkan lebih sedikit energi ketika menarik elektron tambahan
yang dikatakan memiliki afinitas elektron yang lebih rendah dan lebih
mungkin untuk kehilangan elektron tambahan.
Ukuran
afinitas elektron lebih rendah dalam atom dengan berat molekul yang
lebih besar. Sebagian alasan untuk ini adalah bahwa atom yang lebih
berat secara alami mengandung lebih banyak elektron untuk menyeimbangkan
dengan jumlah proton dalam inti. Dengan banyak elektron mengorbit inti
atom, elektron bebas memiliki kesempatan lebih besar untuk ditolak dari
atom.
Afinitas elektron
Elektron
ekstra ditarik ke elektron terluar orbital dalam atom. Semakin besar
jarak terluar orbital dalam atom dengan berat molekul yang lebih besar
tidak memiliki efek pada kemampuan atom untuk menarik elektron ini,
meskipun atom dengan berat molekul yang lebih besar memiliki ukuran yang
lebih rendah afinitas elektron. Semua atom dalam kelompok 7 melepaskan
daya tarik dari +7 terlepas dari jumlah elektron sudah berada di orbit.
Demikian juga, semua atom dalam kelompok 6 mengeluarkan daya tarik dari
+6. Hal ini karena sebuah elektron tertarik dengan jumlah proton dalam
inti dikurangi jumlah elektron dalam semua orbital yang lebih rendah.
Oksigen
dan belerang mampu menarik dua elektron tambahan ke dalam orbitnya. Ini
tidak biasa karena atom bermuatan negatif memerlukan banyak energi
untuk menarik partikel negatif tambahan. Unsur-unsur ini memiliki
afinitas elektron tinggi dan hanya dua unsur yang dikenal untuk umum
mengisi dengan muatan -2.
Sebuah
atom terdiri dari partikel bermuatan positif dan negatif serta partikel
yang tidak memiliki muatan. Inti atom mengandung proton, yang memiliki
muatan positif, dan neutron, yang tidak memiliki muatan. Jumlah proton
dalam atom sama dengan jumlah atom yang atom, yang berarti bahwa setiap
atom dari jenis yang sama mengandung jumlah proton yang sama. Atom
individu mungkin memiliki lebih atau kurang neutron atau elektron dari
satu sama lain, meskipun sebagian besar atom menjaga keseimbangan
partikel positif dan negatif.
Asalamualaikum Saya ingin sedikit menambahkan Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawa organic disebut kimia organic. Banyak diantara senyawa organic, seperti protein, lemak, dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam biokimia. Pada awalnya, senyawa karbon yang dapat disintesis di luar tubuh makhluk hidup disebut sebagaisenyawa karbon anorganik. Pendapat ini bertahan lama sampai pada akhirnya pada tahun 1828 Friedrich Wohler dapat mensisntesis urea di luar tubuh makhluk hidup, yaitu dengan cara memanaskan amonium sianat menjadi urea. Urea yang dikenal sebagai senyawa organik, secara alami merupakan hasil metabolisme tubuh yang biasa dikeluarkan bersama urin manusia. Hidrogen tidak memiliki neutron karena kondisi intinya sudah stabil. Hidrogen memiliki nomor atom 1, berarti hanya memiliki 1 proton, karenanya sudah stabil.
Assalamualaikum dian , bila energi ionisasi merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron, maka afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron.harga afinitas elektron suatu unsur sukar ditentukan jika unsur tersebut sukar menangkap elektron.
waalaikumsalam, seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa Semakin besar jarak terluar orbital dalam atom dengan berat molekul yang lebih besar tidak memiliki efek pada kemampuan atom untuk menarik elektron ini, meskipun atom dengan berat molekul yang lebih besar memiliki ukuran yang lebih rendah afinitas elektron. Semua atom dalam kelompok 7 melepaskan daya tarik dari +7 terlepas dari jumlah elektron sudah berada di orbit. Demikian juga, semua atom dalam kelompok 6 mengeluarkan daya tarik dari +6. Hal ini karena sebuah elektron tertarik dengan jumlah proton dalam inti dikurangi jumlah elektron dalam semua orbital yang lebih rendah. sehingga saya dapat menyimpulkan bahwa tidak ada efek saat semakin besar jarak terluar orbital dalam atom dengan molekul yang lebih besar
Assalamualaikum Dian Saya ingin menambahkan sedikit dari Artikel yang sudah anda buat,. Konsep Archenius yaitu kalau asam melepaskan ion H+ dan basa melepaskan ion OH- hanya dapat diterapkan pada senyawa yang larut. Terimakasih
Asalamualaikum
BalasHapusSaya ingin sedikit menambahkan Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawa organic disebut kimia organic. Banyak diantara senyawa organic, seperti protein, lemak, dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam biokimia. Pada awalnya, senyawa karbon yang dapat disintesis di luar tubuh makhluk hidup disebut sebagaisenyawa karbon anorganik. Pendapat ini bertahan lama sampai pada akhirnya pada tahun 1828 Friedrich Wohler dapat mensisntesis urea di luar tubuh makhluk hidup, yaitu dengan cara memanaskan amonium sianat menjadi urea. Urea yang dikenal sebagai senyawa organik, secara alami merupakan hasil metabolisme tubuh yang biasa dikeluarkan bersama urin manusia. Hidrogen tidak memiliki neutron karena kondisi intinya sudah stabil. Hidrogen memiliki nomor atom 1, berarti hanya memiliki 1 proton, karenanya sudah stabil.
waalaikumsalam, terima kasih atas tambahan dari saudara Yultari
HapusAssalamualaikum dian , bila energi ionisasi merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron, maka afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron.harga afinitas elektron suatu unsur sukar ditentukan jika unsur tersebut sukar menangkap elektron.
BalasHapuswaalaikumsalam tutut, terima kasih atas tambahannya, cukup menambah pengetahuan saya
BalasHapusassalamuaikum, apakah ada efek dari Semakin besar jarak terluar orbital dalam atom dengan berat molekul yang lebih besar?
BalasHapuswaalaikumsalam, seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa Semakin besar jarak terluar orbital dalam atom dengan berat molekul yang lebih besar tidak memiliki efek pada kemampuan atom untuk menarik elektron ini, meskipun atom dengan berat molekul yang lebih besar memiliki ukuran yang lebih rendah afinitas elektron. Semua atom dalam kelompok 7 melepaskan daya tarik dari +7 terlepas dari jumlah elektron sudah berada di orbit. Demikian juga, semua atom dalam kelompok 6 mengeluarkan daya tarik dari +6. Hal ini karena sebuah elektron tertarik dengan jumlah proton dalam inti dikurangi jumlah elektron dalam semua orbital yang lebih rendah.
Hapussehingga saya dapat menyimpulkan bahwa tidak ada efek saat semakin besar jarak terluar orbital dalam atom dengan molekul yang lebih besar
Assalamualaikum Dian
BalasHapusSaya ingin menambahkan sedikit dari Artikel yang sudah anda buat,.
Konsep Archenius yaitu kalau asam melepaskan ion H+ dan basa melepaskan ion OH- hanya dapat diterapkan pada senyawa yang larut.
Terimakasih